Kawasaki D-Tracker Tampil Beda dari Pendahulunya

Seorang model berpose di atas motor terbaru Kawasaki, ZX10R-Ninja saat dipamerkan dalam pameran motor, Intermot 2014 di Cologne, Jerman, 30 September 2014
Seorang model berpose di atas motor terbaru Kawasaki, ZX10R-Ninja saat dipamerkan dalam pameran motor, Intermot 2014 di Cologne, Jerman, 30 September 2014 | Getty
OTOPOS.NET -  Sebagai pengganti produk D-Tracker 150, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) merilis D-Tracker dengan beberapa perubahan. "Kami hadirkan model terbaru. Kami ingin membuat segmen baru dan kami sangat optimistis bisa mengubah pasar," ungkap General Manager Marketing PT KMI Yusuke Shimada, di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2015.

Kawasaki D-Tracker tampil beda dari generasi pendahulunya. Hadir dengan alat pacu 144 cc single silinder yang bisa menghasilkan kekuatan maksimum 8.6 kW (12PS)/8.000 rpm dan maksimum torsi 11.3 Nm/6.500 rpm. D-Tracker hadir sebagai sepeda motor semi off road yang cocok pula sebagai motor city road.

"Yang baru mengalami penyempurnaan di body sekitar tangki. Kalau yang dulu off road banget, sekarang lebih smooth kaya on road," beber Head of Marketing & Sales Division PT KMI, Michael Chandra Tanadhi.

Menurut Sales and Promotion Department Marketing Division KMI, Bobby Bharata, ada seejumlah perbedaan dengan pada sepeda motor ini antara versi baru dengan versi sebelumnya.

Dalam desain konsep, ring ban D-Tracker diganti menjadi ring 17 inch. "Tracker 150 masih 14 inch di rodanya, namun kami lihat konsumen yang membeli Tracker 150 sering mengganti bannya menjadi ring 17 inch. Maka sekarang tidak perlu diubah lagi," kata Bobby.

Kendati demikian, ban dari D-Tracker justru lebih ringan jika dibandingkan dengan versi pendahulunya lantaran parbikan Jepang itu mengganti bahan untuk ring ban dari stainless steel menjadi aluminium.

"Berat ban depan menjadi 2,3 kg dari sebelumnya dari 2,4 kg dan berat ban belakang menjadi 2,3 kg dari berat sebelumnya 2,8 kg. Jadi kami menawarkan handling yang lebih baik," lanjut Bobby.

Bobby juga mengatakan, perubahan lainnya terdapat pada frame yang lebih besar supaya tampak lebih profesional. Begitu pun pada headlamp, fuel gauge, radiator shroud, dan tail light. "Pengereman juga disesuaikan dengan ukuran ban. Sedangkan handlebar lebih tinggi 13 mm, dilebarkan 32 mm sehingga pengguna lebih nyaman," paparnya, dan melanjutkan.. "Power juga lebih baik dan lebih responsif,"

Perusahaan motor Kawasaki di Indonesia menghadirkan D-Tracker dalam dua varian, yaitu versi standar dan special edition yang tersedia mulai akhir Agustus nanti. Kawasaki D-Tracker Standar hadir dengan pilihan warna candy burnt orange dan candy lime green dengan banderol Rp28,9 juta. Sementara D-Tracker Special Edition hadir dengan opsi warna shiny yellow dan lime green yang dihargai Rp29,9 juta.
Bagikan: