Suzuki Optimitis Tumbuh 15 Persen Meski Ekomoni Lemah

Dealer Suzuki

Otopos News - Meski kondisi ekonomi Indonesi saat ini tengah lemah, tetapi produsen motor Suzuki optimistis penjualannya akan tumbuh 15 persen hingga akhir tahun. Divisi Head Sales Suzuki Finance Indonesia, Sudarmaji Madani mengakui jika lesunya perekonomian nasional mempengaruhi pendapatan perusahaan.

"Tak hanya kami, saya mendapat informasi jika seluruh industri otomotif juga mengalami hal sama. Kondisi ekonomi cukup memberikan pengaruh kepada kami," ujar Sudarmaji di Nusa Dua, Bali, Sabtu 9 Mei 2015. Sudarmaji mengakui jika tiga bulan terakhir penjualan Suzuki memang menurun.

Sudarmaji mengaku perusahaannya sedang menganalisa situasi perekonomian nasional secara serius. Apalagi, bukan hanya ekonomi lemah yang menjadi problem perusahaan, namun hal lain seperti bahan bakar minyak (BBM), inflasi, dan situasi politik juga ikut memengaruhi pertumbuhan perusahaan.

"Dari data kami, ekonomi Indonesia tumbuh tipis menjadi 5,2 persen. Suku bunga 8,5 persen dan BI Rate naik menjadi 7,5 persen. Inflasi tahun ini 6,38 persen," kata Sudarmaji.

Sudarmaji berharap banyak pada hari raya Idul Fitri yang jatuh pada Juli nanti. "Kami berharap naik dan rebound. Optimistis kita. Karena sebentar lagi memasuki hari raya Idul Fitri. Orang umumnya ingin membelanjakan uangnya," tandasnya.

Ia optimistis tahun ini perusahaannya akan meraup untung dari sektor pembiayaan dan penjualan.

"Target tahun ini, meski market turun, di akhir tahun kami optimistis tumbuh 15 persen untuk pembiayaan. Sementara itu, untuk penjualan sekitar 75 ribu unit," lanjutnya.

Sudarmaji juga mengatakan jika perusahaannya kini memiliki aset Rp 5 triliun.

"40 persen dari motor baru, 25 persen dari motor bekas dan sisanya, sebesar 35 persen dari penjualan mobil," ujar Sudarmaji. 
Bagikan: