Prosedur Melakukan Service Kendaraan yang Benar

Prosedur Melakukan Service Kendaraan yang Benar - Masih dalam ruang lingkup perawatan/maintenance di sekitar kita. Melakukan maintenance atau service tentunya memiliki prosedur atau aturan yang harus dilakukan. Aturan bisa juga ditentukan berdasarkan jenis kendaraan atau bisa juga berdasarkan kendaraan secara umum. Pada topik kali ini kita akan mempelajari prosedur service berdasakan secara umum untuk semua kendaraan.
Safety First
Safety First
Sebelum, ketika dan sesudah melakukan pekerjaan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 
1. Gunakan topi/helm, sepatu dan sarung tangan pengaman.
Gunakan kaca mata pengaman ketika melakukan pekerjaan yang memerlukan penggunaan kaca mata pengaman.
2. Ketika bekerja dalam suatu tim yang terdiri dari dua orang atau lebih, atur suatu aba-aba dan koordinasikan pekerjaan sebelumnya demi terciptanya keselamatan kerja.
3. Cegah orang-orang yang tidak berkepentingan mendekati mesin atau unit ketika pekerjaan dilakukan. Gantungkan tanda peringatan pada tempat duduk operator untuk mencegah orang lain menghidupkan engine atau menjalankan unit.
4. Tempatkan unit pada permukaan tanah yang keras dan rata. Khusus untuk alat berat, turunkan attachment kemudian posisikan transmission control lever pada posisi NEUTRAL dan brake lever pada posisi LOCK. Pastikan semua control lever attachment berada pada posisi HOLD. Jika memerlukan pekerjaan dengan posisi attachment (misal blade atau ripper) dalam keadaan terangkat, maka ganjal kuat dengan menggunakan balok.
5. Untuk kendaraan atau alat yang menggunakan undercarriage. Ketika membuka track, hindari meletakan jari diantara track shoe. Gunakan selalu sarung tangan pengaman ketika mengerjakan cutting edges. Gunakan alat pengukur khusus ketika pemeriksa tekanan pada sistem hidrolik.
6. Pergunakan suku cadang atau spare part dari pabrik asli ketika melakukan penggantian part.
7. Pergunakanlah grease dan oli dari pabrik asli atau yang direkomendasikan oleh pabrik tersebut.
8. Gunakan grease dan oli yang bersih. Gunakan juga alat pengisi yang bersih untuk mencegah kotoran masuk bersama grease dan oli.
9. Lakukan penggantian di tempat yang tidak berdebu, dengan demikian dapat mencegah debu masuk ke dalam oli.

10. Hati-hati ketika membuka radiator cap dan drain plug oli terhadap kemungkinan terjadinya semburan air atau oli dengan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi.
11. Panaskan terlebih dahulu sampai mencapai temperatur 30° - 40° C sebelum membuang oli.
12. Hindari pemakaian api menyala sebagai pengganti lampu untuk memeriksa kebocoran atau ketinggian permukaan minyak pelumas, bahan bakar, zat anti karat atau elektrolit baterai.
13. Ketika mengganti oli atau saringannya, periksa minyak pelumas yang dibuang dan saringannya dari kemungkinan terdapat serbuk logam, potongan-potongan logam atau benda asing lainnya.
14. Ketika membuka bagian-bagian dari unit yang terdapat O-ring, gasket atau seal, bersihkan dudukan O-ring, gasket atau seal dan ganti dengan yang baru.
15. Setelah melakukan penggantian oli, strainer atau elemen saringan, buanglah udara dari sistem.
16. Jangan membuka saringan yang terdapat pada lubang saluran pengisi ketika mengisi oli. Periksa selalu ketinggian permukaan minyak pelumas harus pada ketinggian yang tepat.
17. Bersihkan segera semua tumpahan grease atau oli terutama pada tempat duduk operator atau pegangan (handrail).
18. Bersihkan unit seluruhnya. Hati-hati ketka membersihkan tutup saluran pengisi, nipel daerah di sekitar dipstick, jangan sampai kotoran atau debu masuk ke dalam sistem.
Bagikan: