Apa Saja Pemeriksaan Sebelum Menghidupkan Mesin

Apa Saja Pemeriksaan Sebelum Menghidupkan Mesin - Didalam halaman Hal Penting Sebelum Menyalakan Mesin Kendaraan disebutkan bahwa pemeriksaan sebelum menghidupkan mesin menjadi poin penting yang tak bisa diabaikan oleh pengguna mesin. Pemeriksaan sebelum menghidupkan mesin (check before starting) adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap jumlah air pendingin, bahan bakar dan oli. Jika kurang, tambah air pendingin, bahan bakar dan oli sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat. Pemeriksaan lain dilakukan terhadap brake pedal travel, dust indicator serta fungsi dari lampu penerangan, klakson dan backup alarm sound. Segera lakukan perbaikan jika diperlukan.

- Check coolant level, add water
Jangan membuka tutup radiator (radiator cap) jika tidak diperlukan. Setiap melakukan pemeriksaan coolant, tunggu sampai temperatur turun dan periksa lewat sub-tank. Beberapa saat setelah engine dimatikan, temperatur coolant masih sangat tinggi dan di dalam radiator terdapat tekanan yang sangat tinggi. Pada kondisi ini, sangat berbahaya jika radiator cap dibuka karena dapat menyebabkan luka bakar. Tunggu sampai temperatur turun, kemudian putar radiator cap perlahan untuk membuang tekanan yang ada. 
Level Radiator
Level Radiator
Periksa bahwa level air pendingin (coolant) berada diantara tanda penuh (FULL) dan tanda kurang (LOW). Jika level berada pada tanda LOW, tambahkan coolant sampai tanda FULL melalui filler port subtank. Jika sub-tank kosong, kemungkinan terjadi kebocoran coolant. Periksa dan segera lakukan perbaikan jika memang ditemukan kebocoran. Jika tidak ditemukan trouble, periksa coolant level pada radiator. Jika level rendah, tambahkan coolant pada radiator, kemudian isi sub-tank

- Check fuel level, add fuel
Jangan mengisi bahan bakar sampai meluber. Jika terdapat tumpahan bahan bakar, keringkan sampai bersih. Jauhkan bahan bakar dari api karena sangat berbahaya atau mudah terbakar. Periksa level bahan bakar melalui fuel gauge/dipstick  Jika kurang, tambah melalui filler port. Pemeriksaan level bahan bakar juga dapat dilakukan melalui fuel level gauge pada monitor panel dengan posisi starting switch ON. 

- Check oil level, add oil
Beberapa saat setelah engine dimatikan, temperatur komponen dan oli masih sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan luka bakar serius. Tunggu sampai temperatur turun, sebelum melakukan pemeriksaan. Periksa level engine oil melalui dipstick (G). Level oli harus berada diantara tanda H dan L, jika level oli di bawah tanda L maka tambahkan oli melalui oil filler (F). Jika level oli di atas garis H, buka drain plug (P) pada bagian bawah engine oil pan, kemudian drain (buang) sebagian oli lalu periksa kembali levelnya. Pemeriksaan oli ini juga berlaku untuk semua pengecekan oli seperti pada sistem hidrolik, power train dan sebagainya.
Check Oil Level
Check Oil Level
- Check for water and sediment, drain water
Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada mesin genset atau mesin diesel besar. Water separator memisahkan air yang tercampur dalam bahan bakar. Jika pelampung (float) berada di atas garis merah yang ditentukan, maka kuras air dan sedimen melalui drain plug yang ada sampai pelampung menyentuh dasar dari water separator.

- Check electrical wiring
Pastikan bahwa tidak terjadi kesalahan kapasitas fuse yang digunakan. Periksa electrical wiring dari kemungkinan terdapat kabel yang tidak tersambung atau short circuit. Periksa juga terminal dari kemungkinan longgar dan kencangkan komponen-komponen yang longgar. Periksa secara khusus kabel baterai, starting motor dan alternator. Saat melakukan pemeriksaan keliling atau pemeriksaan sebelum start, pastikan tidak ada tumpukan material yang mudah terbakar disekitar baterai dan bersihkan jika ada.

- Check horn sound
Putar starting switch ke posisi ON. Pastikan bunyi klakson langsung terdengar begitu tombol klakson ditekan. Jika klakson tidak berbunyi, segera lakukan perbaikan. 

Check that lamps light up
Putar tombol starting switch ke posisi ON. Pastikan lampu-lampu menyala, ketika saklar (switch) untuk masing-masng lampu di-ON-kan. Jika terdapat lampu yang tidak menyala, segera lakukan perbaikan.

- Check backup alarm sound
Khusus untuk alat berat. Putar tombol starting switch start ke posisi ON. Pastikan bunyi backup alarm langsung terdengar begitu tuas transmisi dioperasikan ke posisi reverse dengan brake lock lever ada pada posisi FREE. Jika backup alarm tidak bunyi, segera lakukan perbaikan. 
Bagikan: