Sirkuit Dasar Sistem Hidrolik

Sirkuit Dasar Sistem Hidrolik - Prinsip dasar dan juga tak terkecuali dengan penjelasan terkait dasar fluida telah dibahas sebelumnya. Kini beranjak ke yang lebih dalam lagi seperti sirkuit dasar sistem hidrolik. Sebagai pengingat saja bahwa sistem hidrolik ini berguna sekali untuk keperluan alat berat seperti forklift, excavator, traktor dan masih banyak lagi.
Sirkuit Dasar Sistem Hidrolik
Sirkuit Dasar Sistem Hidrolik
Gambar di atas adalah contoh dasar dari sirkuit sistem hidrolik. Bila terjun ke pembahasan sistem hidrolik alat berat sesungguhnya maka pembahasannya akan lebih luas lagi. Berikut ini adalah komponen-komponen dasar pada sistem hidrolik yang patut anda ketahui.

• Tangki hidrolik (hydraulic tank), berfungsi sebagai tempat penampungan oli dan pendingin oli yang kembali dari sistem. 
• Pompa hidrolik (hydraulic pump), berfungsi sebagai pemindah oli dari tangki ke dalam sistem dan bersama komponen lain menimbulkan tenaga hidrolik (hydraulic pressure). 
• Control valve, berfungsi untuk mengatur tekanan, jumlah dan arah aliran oli yang masuk ke sistem. 
• Actuator (hydraulic cylinder), berfungsi merubah tenaga hidrolik menjadi tenaga mekanik. 
• Main relief valve, berfungsi untuk membatasi tekanan di dalam  hydraulic system untuk menghindari kerusakan hydraulic system akibat over pressure. 
• Filter, berfungsi untuk menyaring kotoran–kotoran agar tidak ikut bersirkulasi ke dalam sistem. 

Hubungan antar komponen–komponen sistem hidrolik di atas terbagi menjadi dua jenis, yaitu open center system dan close center system
Open Center System. Pada open center system, jika control valve dalam keadaan netral, aliran oli yang di-supply oleh pompa langsung dikembalikan ke tangki hidrolik. Pada saat itu, flow-nya maksimum sedangkan pressure-nya nol. 
Close Center System. Pada close center system, jika control valve dalam keadaan netral, saluran dari pompa akan tertutup. Sehingga tekanan sistem akan meningkat dan jika sudah mencapai batas yang sudah ditentukan, supply pompa dikurangi atau dihentikan sama sekali untuk menjaga tekanan dalam sistem agar tetap pada tekanan maksimum sistem.

Baca juga: Loss of Pressure dan Orifices Sistem Hidrolik
Bagikan: