Permukaan Akhir dan Komponen Leaf Spring Lainnya

Permukaan Akhir dan Komponen Leaf Spring Lainnya - Sebelum menjelaskan terkait permukaan akhir dari leaf spring, di sini akan dijelaskan terlebih dahulu komponen leaf spring lainnya yang belum sempat dirangkai pada halaman Konstruksi dan Komponen Leaf Spring.

Seperti salah satu komponen yang bernama shackle, pada artikel sebelumnya dijelaskan bahwa shackle yang berada pada leaf spring diklasifikasikan dalam dua tipe. Shackle yang diaplikasikan dengan gaya tekan dinamakan compression shackle sedang gaya tarik dinamakan tension shackle

(a) Compression Shackle dan (b)Tension Shackle
(a) Compression Shackle dan (b)Tension Shackle
Baik compression shackle maupun tension shackle posisinya dapat berputar pada spinnya karena perubahan beban. Karena itu sebuah shackle berusaha memakai tenaga reaktif yang menekan atau menarik spring sesuai dengan sudutnya. Karena panjang shackle, sudut dan kelengkungan dari spring mempunyai hubungan, dimana faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi. Ketika spring melengkung, compression shackle berusaha memakai gaya reaktifnya untuk menekan kembali agar leaf memanjang, karena itu konstanta spring agak meningkat. Bagaimanapun perubahan pada konstanta spring tersebut tidak terlalu berpengaruh sebab sangat kecil dibandingkan peningkatan pada konstanta spring yang disebabkan penambahan bentangan spring. Kebalikannva, tension shackle berusaha memakai gaya reaktifny amembantu leaf memanjang, menjadikan spring lebih fleksibel sehingga posisi unit lebih rendah. Tension shackle digunakan pada kendaraan penumpang tetapi tidak pada kendaraan heavy duty.

Baca juga: Fungsi Suspension System (Sistem Suspensi)

Pergerakan pada Compression Shackle dan Tension Shackle
Pergerakan pada Compression Shackle dan Tension Shackle
Sliding contact
Dalam beberapa kasus, salah satu atau kedua sisi dari leaf spring tidak tetap tetapi mendukung berat unit pada hubungannya dengan contact seat. Ketika ada beban, bentuknya menjadi pendek dan konstanta spring meningkat. Metode ini strukturnya sangat sederhana karena leaf tidak perlu spring eye. Bagaimanapun hal itu cenderung untuk meneruskan suara berisik dan knocking antara spring dan contact seat sebab leaf tidak fixed. 

Permukaan akhir dari spring 
Karena leaf berulang-ulang terputar balik ketika unit bergerak sehingga cenderung untuk lelah dan patah. Oleh sebab itu leaf perlu diberi lapisan akhir pada proses produksi melalui shot peening atau stress peening untuk menjaga agar tidak patah. Shot peening dilakukan dengan cara menembakkan dalam jumlah besar bola baja kecil ke permukaan leaf, sedangkan stress peening melanjutkan proses shot peening kemudian leaf dibuat menjadi tegang dengan cara diberi beban pada arah yang sama seperti saat menerima beban kerja.

Baca juga: Saat Unit Berjalan Lurus dan Membelok

Nip 
Masing-masing leaf yang membentuk leaf spring berbentuk bengkok. Jika lapisan itu tidak dipasang antara leaf yang berdekatan akan terbentuk celah yang dinamakan nip. Ketika leaf terpasang dengan center bolt, beban yang dihasilkan oleh pengikat akan mengerjakan pada masing-masing leaf. Leaf yang lebih pendek akan memberikan gaya ke leaf yang berikutnya dengan arah berlawanan dengan beban kerja. Ketika spring terpasang pada unit maka berat unit akan memberi beban, gaya yang bekerja ke main leaf lebih kecil dari berat sebenarnya karena berat unit dan gaya dari nip bekerja bersama pada leaf yang pendek, hal ini disebut nip effect. Nip akan mengurangi beban ke main leaf yang menghubungkan axle dengan chasis. 
Bagikan: