Penyebab Oli Rusak dan Kotor

Penyebab Oli Rusak dan Kotor - Bila anda memiliki kendaraan baik itu roda empat mobil maupun roda dua sepeda motor, tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ganti oli. Ganti oli adalah kebiasaan yang harus dijaga demi terjaganya alat atau kendaraan anda dalam keadaan selalu siap pakai. Oli yang harus diganti adalah tentunya oli yang sudah rusak dan kotor. Seperti apakah oli yang rusak dan kotor itu? Di antaranya adalah seperti warna oli sudah berubah berbeda ketika awal penggunaan, kekentalan oli berkurang, kapasitas oli pada mesin berkurang dan masih banyak lagi.
Penyebab Oli Rusak dan Kotor
Penyebab Oli Rusak dan Kotor
Terjadinya kerusakan oli disebabkan oleh adanya kontaminasi dan deteriorasi seperti yang dijelaskan berikut ini.

Kontaminasi, adalah kerusakan oli karena adanya pengaruh dari luar oli tersebut. Bahan-bahan kontaminasi dapat berupa zat padat, cair maupun gas, misal butiran/serpihan logam, potongan karet dan gasket, fiber, cat, debu, pasir, air, asam, oksigen dsb. Bahan-bahan tersebut bisa datang dari luar maupun dari dalam sistem hidrolik itu sendiri. Kontaminasi yang datang dari luar sistem kemungkinan terbesar melalui atmosfer. Dalam atmosfer terkandung bahan-bahan seperti uap air dan debu/pasir jalanan. Kotoran tersebut dapat masuk dalam sistem melalui breather, pipa pengisian, seal dan gasket atau ketika sistem dibuka pada waktu melakukan perawatan atau perbaikan, misal penggunaan lap yang jelek atau sudah kotor, pemakaian tempat-tempat penampungan yang kotor dsb. Sedangkan kontaminasi yang datang dari dalam sistem hidrolik itu sendiri diantaranya partikel logam dengan seal/gasket sebagai akibat gesekan dan keausan ataupun partikel-partikel cat. 

Deteriorasi, adalah kerusakan karena pengaruh dari dalam oli itu sendiri. Selama oli bersirkulasi di dalam sistem, endapan dan asam-asam akan terbentuk sebagai akibat dari panas, oksidasi dan tekanan. Endapan tersebut membentuk semacam perekat sehingga dapat melekatkan bagian-bagian yang semestinya saling bergeseran, menutup lubang-lubang kecil dan dapat mengikat partikel-partikel logam yang akan mempercepat proses pengikisan (keausan). Sedangkan asam-asam bersama dengan kerak-kerak korosi menyebabkan kekasaran pula pada permukaan komponen-komponen sehingga mempercepat keausan dan akhirnya menambah kotoran dalam oli. Partikel-partikel yang besar akan mengakibatkan keausan-keausan yang lebih parah terhadap komponen yang saling bergeseran. Keausan yang terjadi pada sudut-sudut spacel dan metering akan memperbesar internal leakage sehingga mengurangi efisiensi unit. 

Bagikan: