Konstruksi dan Komponen Leaf Spring

Konstruksi dan Komponen Leaf Spring - Pengenalan awal tentang leaf spring sebagai bagian dari sistem suspensi telah dibahas sebelumnya. Tentunya kini kita akan menuju ke tahap selanjutnya, yaitu memahami konstruksi dan komponen leaf spring itu sendiri.

Leaf spring mempunyai konstruksi yang berbeda-beda, perbedaan tersebut dapat dilihat dari bentuk leaf end, spring eye dan komponen pendukung lainnya. Dibawah ini merupakan penjelasan dari komponen yang terdapat pada leaf spring.

Baca juga: Fungsi Suspension System (Sistem Suspensi)

• Leaf 
Masing-masing lapisan pada leaf spring dinamakan leaf. Leaf dibuat secara seimbang melengkung dengan tidak ada celah diantaranya, sehingga menimbulkan friksi tinggi yang akan menyebabkan spring efektif untuk mengurangi getaran tetapi tidak sesuai untuk getaran kecil. Graphite grease yang terbuat dari karet atau sintetis resin dipakai sebagai sebuah peredam suara dengan cara dimasukkan diantara leaf untuk menghindari keretakan atau noise yang disebabkan oleh friksi antar leaf sehingga efek pengurangan getaran akan ditingkatkan. 

Leaf
Leaf
• Penampang melintang leaf 
Selain berbentuk datar, leaf ada juga yang mempunyai bentuk penampang melintang dengan grove atau yang lainnya. Groove pada leaf bertujuan untuk mengurangi berat dari leaf spring. 

• Bentuk leaf end 
Pada bentuk C ujungnya meruncing, hal ini adalah ideal karena pembagian ketegangan akan lebih baik dan mengurangi friksi, banyak digunakan untuk kendaraan penumpang dengan tujuan supaya lebih nyaman. Bentuk leaf end yang paling banyak dipakai adalah bentuk B seperti gambar di bawah.

Bentuk Leaf End
Bentuk Leaf End
• Spring eye 
Spring eye mempunyai bentuk yang barvariasi. Spring eye terpasang fixed pada frame (spring bracket) dengan spring pin. Bentuk A yang paling umum digunakan, tetapi untuk kondisi kerja berat menggunakan bentuk B yang disebut juga military wapper karena awalnya digunakan pada kendaraan militer Amerika. Pada bentuk B ini leaf nomor dua tidak hanya melindungi spring eye main leaf utama tetapi juga menggantikan main leaf apabila patah. Bentuk dan ukuran spring eye sangat menentukan kekuatannya, oleh karena itu perlu diperhatikan untuk mengantisipasi gaya dari luar.
Bentuk Spring Eye
Bentuk Spring Eye 
Bentuk utama bushing pada spring eye bervariasi. Gambar dibawah ini menunjukkan beberapa bentuk bushing pada leaf spring. Tipe A dan B adalah metallic bushing, yang mempunyai groove untuk lubrikasi antara bushing dan pin. Tipe C dan D adalah rubber bushing yang akan membatasi putaran spring eye pada main leaf karana adanya torsi dan juga akan memberl efek spring saat memutar. Rubber juga akan menyerap noise.

Bushing untuk Spring Eye
Bushing untuk Spring Eye
Ketika leaf spring menerima driving force atau breaking force, spring akan bergetar dan mengeluarkan suara karena terjadi bending searah sumbu horisontal dari garis tegak lurusnya. Fenomena ini dinamakan Wind Up.

Baca juga: Saat Unit Berjalan Lurus dan Membelok

• Clip 
Dinamakan juga rebound clip. Clip digunakan untuk melindungi main leaf, menjaga pemindahan shifting dari leaf dan menjaga gap antar leaf selama unit memantul. Umumnya sebuah clip blinds terdiri dari tiga leaf dengan posisi paling dekat yang memungkinkan ke spring eye sesuai permintaan untuk melindungi main leaf. Untuk menjaga penerusan shifting, sebuah clip dipasang pada leaf yang pendek dimana ini tidak mempengaruhi pemasangan spring ke axle. 

• Shackle 
Leaf spring umumnya dipasang pada chassis atau frame dengan pin yang dimasukkan pada spring eye diujungnya. Sebuah shackle sering dipakai pada satu ujung yang lain (umumnya bagian belakang) untuk menyerap perubahan bentuk yang terjadi akibat defleksi dari spring. Shackle diklasifikasfkan menjadi dua tipe. Shackle yang diaplikasikan dengan gaya tekan dinamakan compression shackle sedang gaya tarik dinamakan tension shackle. Selengkapnya silakan baca di sini [klik].
Bagikan: