Klasifikasi Final Gear

Klasifikasi Final Gear - Setelah kecepatan dikurangi dan torque ditambah oleh transmisi setelah melewati propeller shaft tenaga akan digunakan untuk memutar roda, saat awal unit bergerak tidak diperlukan kecepatan tetapi torque yang besar. Oleh karena itu, untuk menambah torque dari output transmisi dibuat gear reduksi yang dinamakan final gear. Selain itu, final gear berfungsi untuk merubah arah tenaga dari propeller shaft ke roda kanan dan kiri, oleh karena itu umumnya digunakan kombinasi bevel gear.

Baca juga: Komponen Propeller Shaft

Klasifikasi Final Gear
Klasifikasi Final Gear
• Gear Type 
- Worm Gear 
Karakteristik tipe ini smooth dan saat meshing tidak bersuara karena poros drive gear dan driven gear tidak lurus, level lantai dapat lebih rendah dan ratio reduksinya lebih besar lebih mudah dicapai. Tetapi tipe ini hanya digunakan untuk sedikit jenis kendaraan tipe heavy-duty dan cenderung cepat panas karena efisiensi transmisi rendah. 
- Spiral Bevel Gear 
Karakteristiknya terus-menerus, smooth, saat meshing tidak bersuara, kapasitas torque besar dan efisiensi transmisi tinggi karena itu tipe ini sekarang banyak digunakan untuk efisiensi bahan bakar kendaraan. Konstruksi antara poros pinion dan ring gear pada tipe ini satu garis lurus. 
- Hypoid Gear 
Hypoid gear mempunyai tipe spiral bevel gear, keduanya mempunyai bentuk gear yang hampir sama tetapi antara poros drive gear dan driven gear pada tipe hypoid tidak lurus (garis tengah pinion lebih rendah dari garis tengah ring gear).Sehingga level lantai dapat lebih rendah. Selain itu tipe ini lebih tahah lama dan tidak menimbulkan kebisingan.

Baca juga: Apa Itu Propeller Shaft

Selain tipe-tipe tersebut pada kendaraan heavy-duty ada yang menggunakan tipe planetary gear. Final gear dapat pula diklasifikasikan berdasarkan speed reduction method dan driving method seperti pada gambar diagram sebelumnya di atas. 

• Speed Reduction Method 
- One stage reduction type 
Pada tipe ini tenaga dari propeller shaft direduksi satu kali oleh final gear. One stage reduction gear terdiri dari dua jenis yaitu yang menggunakan spiral bevel gear type dan hypoid bevel gear type. Di bawah ini adalah gambar one stage reduction type. 

Bevel Gear
Bevel Gear
- Two stage reduction type 
Spiral bevel gear atau hypoid gear membutuhkan main gear dengan ukuran yang sangat besar apabila dibutuhkan untuk mereduksi kecepatan dengan ratio yang tinggi, tetapi final gear yang besar akan mengurangi jarak antara rear axle dengan permukaan jalan. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi kecepatan menggunakan spiral bevel gear pada tahap pertama untuk mereduksi drive pinion dan mereduksi driven gear pada tahap kedua. Ukuran dari drive gear dapat diperkecil karena kecepatan direduksi dengan dua tahapan. 
- Two speed type 
Two speed type memiliki high gear dan low gear pada final gear-nya. Engine dikontrol dengan menggunakan solenoid valve dan udara. Final gear ini dapat melipatgandakan kecepatan sesuai dengan perubahan stage pada transmisi. Tipe ini jarang digunakan karena harus disesuaikan dengan transmisi yang memenuhi tipe final gear ini.

Baca juga: Rear Axle: Rear Dead Axle

• Driving Method 
- Tandem Type 
Pada tipe ini termasuk kedalam kelompok two stage reduction type dan digunakan pada kendaraan yang memiliki dua buah rear drive axle. Pada prinsipnya tipe ini hampir sama dengan two stage reduction type seperti yang telah dijelaskan diatas. 
- In Line Tandem Type 
Tipe ini digunakan untuk kendaraan yang mempunyairear front axle dengan rear two drive axle dan pada umumnya rear-rear axle menggunakan one stage reduction type final gear. In line tandem type diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu yang menggunakan third differential unit (inter axle differential) dan yang tidak menggunakan third differential. In line tandem type with third differential unit merupakan spesifikasi standar untuk digunakan.

Bagikan: