Fungsi Oli (Pelumas)

Fungsi Oli (Pelumas) - Engine oil (oli mesin) memiliki kekentalan yang dinyatakan dalam SAE (Society Automotive Engineering), dimana semakin besar angkanya berarti engine oil tersebut semakin kental. Contoh : SAE 10, SAE 20, SAE30, dst. Selain diklasifikasikan menurut kekentalannya,  engine oil juga diklasifikasikan menurut penggunaan dan mutunya. Klasifikasi ini dinyatakan dalam API (American Petroleom Institute), dimana urutannya menggunakan abjad, semakin mendekati A berarti engine oil tersebut semakin baik. Contoh : CA, CB, CC, CD, CF (diesel engine) atau SA, SB, SC, SD, SE, SF (gasoline engine). Hydraulic oil mempunyai kekentalan dan klasifikasi seperti halnya engine oil.
Fungsi Oli
Fungsi Oli
Sedikitnya telah dirangkum pula pembahasan sistem pelumasan ini jauh-jauh hari, tepatnya di halaman Fungsi Sistem Pelumasan / Lubrication. Anda bisa membaca ulang artikel tersebut untuk pemahaman lebih mantap. Untuk fungsi oli (pelumas) diantaranya adalah : 
• Membentuk lapisan film. 
• Media pendingin. 
• Penyekat. 
• Pembersih. 
• Anti karat. 
• Media pemindah tenaga.
Bagikan: