Front Drive Axle: Penyetelan Roda Depan

Front Drive Axle: Penyetelan Roda Depan - Pada kendaraan roda depan harus dapat bergerak dengan lembut dan akurat ketika berbelok. Ketika kendaraan berjalan lurus, roda depan harus selalu stabil dan cepat kembali ke posisi semula apabila ada beban kejut akibat jalan yang tidak rata. Selain itu tire/ban pada roda depan tidak boleh cepat aus. Hal tersebut dapat dicapai dengan baik jika dilakukan front wheel alignment atau penyetelan roda depan yang tepat.

Baca juga: Front Axle: Front Drive Axle

Front wheel alignment/steering wheel alignment mempunyai beberapa faktor yang harus disetel (adjust) dengan tepat, yaitu: Kingpin Inclination Angle (KIA), camber angle, toe in/toe out dan caster angle. Semuanya akan dibahas pada rangkaian penjelasan berikut ini.

Kingpin Inclination Angle 
Pivot shaft dari roda kemudi dinamakan kingpin. Pada struktur tipe rigid axle suspensi, roda akan berputar mengitari kingpin. Umumnya kingpin tidak vertikal dengan permukaan jalan, tetapi ada kemiringan seperti yang terlihat pada gambar di bawah. Sudut antara kingpin shaft dengan garis vertikal kepermukaan jalan dinamakan kingpin inclination angle (β). Kemiringan ini akan membantu memberikan steering kestabilan dengan kecenderungan roda untuk kembali keposisi langsung kedepan (posisi lurus) setelah diputar. Saat kemudi dibelokkan, roda akan berputar dengan kingpin sebagai porosnya dan roda akan cenderung naik yang akan mengakibatkan ada gaya reaksi untuk mengembalikan roda keposisi awal. Besarnya kingpin inclination antara 6° - 8°. Besarnya sudut ini berhubungan dengan besarnya camber angle (α).

Kingpin inclination angle
Kingpin inclination angle 
Camber Angle 
Ketika axle dilihat dari depan kendaraan, akan terlihat garis tengah ban tidak vertical tetapi akan miring membentuk sudut dengan arah keluar yang dinamakan camber angle dengan besar sekitar 1°. Ban akan cenderung miring kedalam ketika unit mendapat beban atau muatan, maka adanya camber ini akan menghilangkan efek tersebut. Selain itu, camber angle juga membantu unit berbelok tiba-tiba dari kondisi berjalan lurus dengan lebih mudah. 

Camber Angle
Camber Angle
Toe-in dan Toe-out
Perhatikan gambar berikut di bawah ini. Ketika roda kemudi dilihat dari atas akan terlihat jarak yang beda antara A dan B, A akan lebih pendek inilah yang dinamakan toe-in. Ketika unit belok maka membentuk suatu radius yang titik pusatnya jika ditarik garis ke titik tengah masing-masing roda kemudi akan membentuk dua garis yang berbeda oleh karena itu agar beban jalan ke masing-masing roda sama dan tidak terjadi slip pada roda bagian dalam maka sudut untuk roda kemudi bagian luar harus lebih tajam sehingga diperlukan toe-in.

Baca juga: Struktur dan Komponen Front Dead Axle
Toe in dan Toe out
Toe in dan Toe out
Caster Angle 
Pada umumnya kingpin jika dilihat dari sisi samping kendaraan akan miring kebelakang dari garis vertical yang dinamakan caster. Hal ini akan membuat kemudi lebih mudah dan roda akan cenderung untuk bergerak maju atau mundur kembali. Besarnya caster angle biasanya 1°-2°.

Caster
Caster
Bagikan: