Prinsip Kerja Hydropneumatic Suspension

Prinsip Kerja Hydropneumatic Suspension - Hydropneumatic suspension merupakan jenis suspensi yang menggunakan udara sebagai medianya. Silinder hydropneumatic digunakan pada silinder suspensi untuk mengurangi getaran. Pada sistem ini silinder suspensi diisi dengan oli dan gas nitrogen. Prinsip kerjanya adalah dengan contracting atau expanding gas nitrogen dan oli untuk meredam beban dari permukaan jalan. Pada unit dump truck sillnder suspensi ini terbagi dua yaitu front suspensi dan rear suspensi.

Baca juga: Komponen Suspensi: Coil Spring dan Torsion Spring Bar

Apa Itu Hydropneumatic Suspension
Hydropneumatic Suspension
Front Suspension Cylinder 
Perhatikan gambar dibawah sembari mencermati penjelasan berikut. Bagian dalam silinder terbagi menjadi ruangan gas A yang diisi nitrogen dan ruang oli B. Antara ruangan oli B dan C dihubungkan dengan tube (11) dan valve body (12). Ketika unit bergerak roda akan mengikuti permukaan jalan dan gaya dari luar akan membuat suspensi naik atau turun. Saat itu terjadi, volume nitrogen pada ruang A berubah elastis tergantung gaya input dan akan meredam gaya tersebut. Gas nitrogen dibatasi oleh rod dan oli sehingga pressure terjaga untuk selalu sesuai dengan gaya dari luar dan bekerja sebagai air spring

Front Suspension Cylinder
Front Suspension Cylinder
Pada valve body (12) terdapat orifice plate (8) dan leaf spring (9a) dan (9b) yang akan menahan aliran oli antara ruang B dan ruang C sehingga akan menqhasilkan damping force. Saat gas nitrogen mendapat tekanan dari luar, oli dari ruang B mengalir melalui valve (12) dan tube (11) ke ruang C. Oli mengalir melalui valve dari arah Z ke orifice plate (8) dimana volumenya akan dikurangi melalui orifice pada empat tempat, ini adalah proses retracting (memendek). Sedangkan saat extending (memanjang), ketika sudah tidak ada gaya dari luar tekanan dari nitrogen mendorong rod, oli akan melewati tube (11) dan valve (12) untuk mengalir ke ruang B. Oli mengalir dari arah X melalui dua orifice pada orifice plate (8). Dari proses tersebut akan dihasilkan damping force dimana proses retracting cepat sedangkan proses extending (memendek) akan lebih lama. 

Rear Suspension
Pada rear suspension ketika ada beban dari luar rod akan tertekan masuk sehingga oli akan mengalir dari ruang oli (6) melalui orifice (4) dan (5) ke rongga (2) dengan cepat. Setelah tidak ada beban dari luar oli pada rongga (2) akan didesak keluar. Oli akan menodong check ball (3) menutup orifice (4) sehingga oli hanya akan melewati orifice (5) menuju ruang (6). Karena itu proses extending akan lama. 

Rear Suspension
Rear Suspension
Bagikan: