Alternator Dengan Semi Konduktor Regulator

Alternator Dengan Semi Konduktor Regulator - Tegangan yang dihasilkan alternator diatur oleh regulator sehingga sesuai dengan karakteristik sistem kelistrikan pada unitnya. Adapun arus yang masuk ke battery (sebagai arus pengisian) dapat dimonitor melalui A Meter atau charging lamp yang dihubungkan serie dengan terminal R alternator dan terminal ACC starting switch.

Baca juga: Pengertian Charging System (Pengisian)

Konstruksi dan wiring alternator dengan semi konduktor regulator
Konstruksi dan wiring alternator dengan semi konduktor regulator
Alternator berfungsi sebagai sumber listrik dengan merubah energi mekanis menjadi energi listrik berdasarkan induksi elektromagnetik. Energi mekanis tersebut berasal dari putaran engine dengan perantara belt.

Baca juga: Komponen Starting System: Safety Relay

Alternator dibagi menjadi dua macam yaitu alternator yang menggunakan brush atau sikat dan yang tidak menggunakan (brushless). Alternator (yang menggunakan brush) terdapat dua macam juga yaitu alternator with built in regulator (regulator menempel pada alternator) dan alternator without built in regulator (regulator terpisah dengan alternator). Pada alat-alat berat produk Komatsu jenis alternator yang digunakan adalah alternator with built in regulator. Gambar dibawah ini menunjukkan dua macam alternator tersebut dilengkapi dengan skema dan komponen-komponenya. 

Built In
Built In
Skema Built In
Skema Built In
Without Built In
Without Built In
Skema Without Built In
Skema Without Built In
Fungsi semi konduktor regulator adalah mengontrol arus penguat ke field coil (rotor coil) sehingga tegangan yang dihasilkan alternator sesuai yang dibutuhkan yaitu antara 27.5 volt s/d 29.5 volt.
Bagikan: