Reaksi Kimia Pada Baterai

Reaksi Kimia Pada Baterai - Sebagai pembelajaran dasar sebaiknya anda membaca ulang halaman sebelum ini seperti penjelasan elektrolit dan vent plug. Dengan memahami uraian tersebut berarti anda sudah siap mempelajari apa yang disampaikan di sini.

Baca juga: Komponen Baterai: Vent Plug dan Elektrolit

Battery pada saat discharging maupun recharging akan terjadi reaksi kimia. Berikut adalah uraian lengkapnya.

- Reaksi Kimia Pada Saat Discharging 
Yang dimaksud discharging adalah penggunaan isi (kapasitas) battery. Rekasi kimia yang terjadi ialah: PbO2 + 2 H2SO4 + Pb ---> PbSO4 + 2 H2O + PbSO4 
Pada akhir discharging, plat positif dan plat negatif akan menjadi PbSO4 dan elektrolitnya akan menjadi H2O. 

- Reaksi Kimia Pada Saat Recharging 
Recharging adalah proses pengisiah battery. Reaksi kimia yang terjadi ialah: 
PbSO4 + 2 H2SO4 + PbSO4 ---> PbO22 H2SO4 + Pb 
Akhir dari proses recharging ini, plat positif kembali menjadi PbO2 dan plat negatifnya Pb, sedangkan elektrolit kembali terbentuk menjadi H2SO4

- Larutan Elektrolit 
Larutan elektrolit ini terdiri dari pencampuran antara Asam Sulfat (H2SO4) yang berat jenisnya 1,835 dan air (H2O) yang berat jenisnya 1 dengan komposisi tertentui seperi gambar berikut ini:

Elektrolit
Elektrolit
Hasil campuran 36 Asam sulfat dan 64 % air ajkan menghasilkan elektrolit yang berat jenisnya 1.270 pada 80º F (27ºC).

Baca juga: Komponen Listrik: Baterai (Battery)

- Terminal Voltage 
Terminal voltage adalah batas tegangan battery yang diijinkan pada saat discharging dan recharging.
Saat Dicharging. Ketika battery dipakai dengan arus besar, sebagai contoh digunakan untuk memutar engine waktu start, maka tahanan dalam battery akan naik. Hal ini tidak hanya disebabkan berkurangnya asam sulfat  (yang semestinya untuk mempertahankan kecepatan reaksi kimia antara plat-plat dan elektrolit), tetapi juga akibat polarisas battery itu. Terminal volatge battery dalam satu sel yang dipakai selama 20 jam (untuk battery N 200) dan arus yang digunakan adalah 10 A. 
Saat Recharging. Pada saat recharging (arus pengisian kurang lebih sepersepuluh dari arus discharging rata-rata) maka akan menghasilkan naiknya perbedaan potensial antara terminal positif dan negatif. Pada saat recharging tersebut, akan timbul gelembung-gelembung karena peritiwa elektolisa (penguraian) H2O. Gelembung-gelembung tersebut dapat menyebabkan umur battery pendek. Oleh karena itu, ketika recharging apabila sudahmencapai terminal voltage, maka recharging harus dihentikan. 
Baca juga: Karakteristik dan Bentuk Thyristor

- Self Discharge 
Suatu battery yang telah diisi elektrolit, jika didiamkan (tidak dipakai) akan kehilangan muatan listriknya. Hal ini disebabkan setelah battery diisi elektrolit, maka battery mulai mengalami suatu reaksi kimia, meskipun battery tersebut dipakai atau tidak. Sifat seperti ini tidak dapat dihindarkan pada semua battery. Kehilangan muatan listrik yang tersimpan tanpa pemakaian melalui rangkaian luar disebut self discharge. Sebab-sebab self discharge bisa disimpulkan oleh karena plat negatif beraksi langsung dengan asam sulfat dari elektrolit membentuk timbal sulfat (PbSO4). Hubungan singkat antara plat positif dan plat negatif melalui endapan dari material aktif. Dan yang terakhir adalah jika suhu dan konsentrasi elektrolit tidak merata disekitar plat posiitf dan negatif akan terjadi reaksi elektrokimia lokal.

Hal-hal seperti diatas ini yang menyebabkan muatan battery akan berkurang meskipun tidak dipakai. Reaksi kimia yang terjadi dalam battery akan lebih cepat dengan kenaikan suhu elektrolit. Hal ini juga
berarti “Self Discharge“ akan bertambah cepat jika suhu lebih tinggi. Reaksi kimia yang terjadi dalam
battery akan lebih cepat dengan kenaikan suhu elektrolit. Jadi penyimpanan battery pada suhu rendah lebih effektif dalam memperkecil kecepatan self discharge.

Faktor lain yang mempercepat self discharge adalah bila elektrolit atau air suling yang disiikan ke dalam battery mengandung material–material pengetes, karena akan menimbulkan reaksi lokal. 
Bagikan: