Prinsip Kerja Alternator

Prinsip Kerja Alternator - Untuk memahami prinsip kerja alternator, sebelumnya kita harus tahu tentang Hukum Faraday yang berbunyi "Bila sebuah konduktor digerak-gerakkan memotong garis gaya magnet, maka pada konduktor akan mengalir arus listrik.". Seperti pada gambar di bawah, medan magnet di dalam lilitan akan berubah yang mengakibatkan gaya gerak listrik, sehingga arus akan mengalir. Hal ini disebut dengan induksi elektromagnet.

Baca juga: Belajar Teknik Dasar Rangkaian Listrik

Induksi Elektromagnet
Induksi Elektromagnet
Arus induksi di dalam sebuah konduktor dapat dipahami dengan menggunakan Kaidah Tangan Kanan Fleming seperti berikut:
- Jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet.
- Ibu jari menunjukkan gerak konduktor.
- Jari tengah menunjukkan arah arus induksi.

Prinsip Generator
Sebagian orang menganggap bahwa generator adalah sama dengan alternator. Sebetulnya berbeda seperti uraian selanjutnya.

Baca juga: Dasar Listrik: Tenaga Listrik

Generator adalah sebuah alat yang merubah garis-garis gaya magnet yang memotong coil menjadi tenaga listrik. Prinsip dasar dari keduanya ini adalah sama namun dengan konstruksi yang berbeda. Perbedaan konstruksi inilah yang pada akhirnya generator dibagi atas dua jenis yaitu:
ƒ  ・AC generator (alternator)
ƒ  ・DC generator (dynamo)
Pada alternator ditandai dengan tidak adanya magnet tetap, dengan demikian alternator harus diberikan arus listrik awal agar tercipta medan magnet. Bagian yang berputar pada alternator disebut rotor coil atau field coil yang sekaligus sebagai pembangkit medan magnet bila coil tersebut dialiri arus. Sedangkan bagian yang diam disebut stator coil atau armature coil. Armature coil inilah yang kemudian akan mengeluarkan arus listrik bila field coil berputar. Flux yang melalui stator coil akan berubah perlahan–lahan seperti berikut:

Induksi AC Generator
Induksi AC Generator
Ketika rotor diputar searah jarum jam, maka induksi gaya gerak listrik akan maksimum pada 90° dan 270° serta akan minumum pada 180° dan 360°, dengan demikian arus listrik selalu berbeda polaritas setiap 180°. Polaritas yang demikian ini disebut dengan arus bolak-balik atau Alternating Current.

Baca juga: Arus Searah (DC) dan Arus Bolak-Balik (AC)

Sedangkan pada DC Generator, ditandai dengan adanya medan tetap sedangkan armature coilnya berputar didalam magnet tersebut. Akibatnya terjadilah pemotongan garis gaya magnet oleh armature coil, sehingga pada armature coil akan ada arus listrik. Pada shaft armature terdapat comutator (cincin yang terbelah-belah). Adanya cincin ini menyebabkan arus yang berbalik dan polaritasnya selalu diarahkan ke tempat yang sama. Dengan demikian biarpun pada armature coil terjadi polaritas bolak balik, tetapi keluarannya setelah melewati comutator memiliki polaritas yang selalu tetap. Arus yang polaritasnya tetap ini dinamakan arus searah atau Direct Current.
Bagikan: