Mengenal Arus, Tegangan dan Hambatan

Mengenal Arus, Tegangan dan Hambatan - Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, semakin tinggi perbedaan antara dua level air tersebut maka akan semakin besar aliran/arus air mengalirnya. Hal yang sama juga terjadi pada sistem kelistrikan. Arus listrik mengalir dari level potensial yang tinggi ke level potensial yang rendah, potensial yang tinggi disebut potensial positif (+) dan potensial rendah disebut potensial negatif (-). 
Arus (I)
Ketika 2 konduktor (A) dan (B) yang bermuatan positif dan negatif dihubungkan dengan kawat penghantar (C), elektron-elektron bebas yang berada pada konduktor (B) akan ditarik oleh konduktor (A) melalui penghantar (C). Hal ini akan menyebabkan arus elektron dari konduktor (B) yang bermuatan negatif ke konduktor (A) yang bermuatan positif. Pergerakan elektron inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya arus dari konduktor (A) yang bermuatan positif ke konduktor (B) yang bermuatan negatif. 

Arus Listrik
Arus Listrik
Pada pelajaran arus dikenal dengan yang namanya Qoloumb. Coloumb (Q) adalah banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar yang besarnya adalah : 
1 Q = 6.25 x 1018 elektron 
Arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik tertentu selama satu detik. 
I = Q / t 
Dimana : I = Arus (Ampere), Q = Muatan listrik (Coloumb), t = Waktu (Detik)
Satuan arus listrik adalah Coloumb perdetik atau ampere dengan simbol “A”.

Baca juga: Komponen Brake System Pada Crawler Machine

Tegangan (V)
Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan terjadinya arus listrik. Tegangan (voltage) terjadi akibat adanya beda/selisih potensial antara dua ujung konduktor. Beda potensial terjadi karena perbedaan jumlah elektron pada ujung konduktor. Arus listrik akan mengalir dari tegangan yang tinggi (+) ke tegangan yang rendah ( - ). Satuan tegangan listrik disebut “Volt” dan disimbolkan “V”.

Tegangan
Tegangan
Voltage dihasilkan antara 2 ( dua ) titik yaitu satu yang muatan positif dan satu titik yang muatan negatif. Voltage akan timbul walaupun tidak terjadi aliran arus tetapi tidak akan mengalir bila tidak ada beda potensial.

Hambatan (R)
Kawat tembaga pada umumnya digunakan untuk menghantarkan arus listrik karena kawat tembaga memiliki hambatan yang kecil terhadap aliran listriknya. Ketika elektron bebas berjalan melalui sebuah logam, elektron-elektron itu melalui molekul yang akan memperlambat kecepatan jalannya. Perlambatan kecepatan itu merupakan hambatan yang umumnya disebut dengan electric resistance atau hambatan listrik.

Baca juga: Komponen Steering System Pada Crawler Machine

Satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah Ω. Hambatan suatu penghantar dikatakan satu bila besarnya hambatan tersebut menyebabkan mengalirnya arus sebesar 1 A, bila pada kedua ujung penghantar dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 1 volts (pada temperatur konstan). Adapun harga hambatan pada sebuah penghantardipengaruhi oleh bahan penghantar, luas penampang penghantar dan temperatur. Harga hambatan dapat dihitung dengan rumus :

Hambatan
Hambatan
Bila pada hambatan dikenal dengan dengan hukum ohm, yaitu “Arus ( I ) yang mengalir melalui dua titik ‘a’ dan ‘b’ dalam suatu konduktor (kawat penghantar) adalah berbanding lurus dengan tegangannya dan berbanding terbalik dengan hambatannya ( R ).”

Kalau dirumuskan adalah I = V/R di mana I adalaha arus, V adalah tegangan dan R adalah hambatan.
Bagikan: