Karakteristik dan Bentuk Thyristor

Karakteristik dan Bentuk Thyristor - Jika thyristor diberi forward bias (anode diberi tegangan positif dan cathode diberi tegangan negatif), maka thyristor akan ON setelah ada arus gate. Dalam kondisi diatas (forward bias) tegangan dinaikkan sampai tegangan tertentu, maka tiba-tiba thyristor akan ON. Tegangan ini disebut “breakover voltage“ yang dapat merusak thyristor. Dari hal tersebut thyristor tidak akan ON kecuali diberikan arus gate (thyristor diberi forward bias).

Baca juga: Komponen Listrik: Thyristor (SCR = Silicon Controlled Rectifier)

Selanjutnya, bila thyristor diberi reverse bias (anode diberi tegangan negatif dan cathode diberi tegangan negatif), maka thyristor mempunyai karkteristik seperti diode biasa. Dengan demikian, thyristor akan tetap OFF. Selanjutnya bila tegangan dinaikkan (diberi reverse voltage), maka pada tegangan tertentu thyristor akan “break down“. Hal inipun dapat merusak thyristor. Berikut gambar karakteristik thyristor yang saya maksudkan.

Karakteristik thyristor
Karakteristik thyristor
Contoh bentuk-bentuk thyristor dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Bentuk thyristor
Bentuk thyristor
Bagikan: