Dasar Listrik: Teori Elektron

Dasar Listrik: Teori Elektron - Selain harus menguasai alat-alat perbengkelan dan macam-macam komponen engine. Seorang mekanik juga harus paham tentang kelistrikan seperti yang akan dibahas mulai hari ini.

Baca juga: Cara Menggunakan Adhesive dan Sealant Dengan Benar

Elektron adalah bagian terkecil dari suatu atom. Sifatnya ringan dan selalu mengorbit pada inti (proton). Seperti yang digambarkan di bawah.

Teori Elektron
Teori Elektron
Atom yang sederhana adalah atom hydrogen. Atom ini mempunyai satu elektron yang mengorbit pada satu inti (proton). Atom yang elektronnya lebih banyak adalah atom uranium. Atom ini mempunyai 92 elektron dan 92 proton. Setiap atom mempunyai struktur sendiri–sendiri. Tetapi pada umumnya setiap atom mempunyai jumlah proton dan elektron yang sama (sebanding). Atom–atom tersebut menyebar dalam lintasan yang terdapat pada atom tersebut. Menurut Paulli, banyaknya elektron maksimum yang dapat menempati tiap kulit dirumuskan dengan sebagai berikut:
2 n2 (n = nomor lintasan kulit atom) 
Simbol kulit dalam banyaknya elektron maksimum dalam setiap kulit adalah sebagai berikut:
K  = (n – 1) = 2 x (1)2 = 2 elektron
L  = (n – 2) = 2 x (2)2 = 8 elektron
M  = (n – 3) = 2 x (3)2 = 18 elektron
N  = (n – 4) = 2 x (4)2 = 32 elektron
O  = (n – 5) = 2 x (5)2 = 50 elektron
P  = (n – 6) = 2 x (6)2 = 72 elektron
Elektron yang terdapat pada kulit terluar disebut Valensi
Berdasarkan jumlah valensi atau jumlah electron pada kulit atom terluar suatu bahan dapat dikategorikan sebagai konduktor,semi konduktor dan isolator.
• Konduktor
Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik. Konduktor juga merupakan bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari 4 pada lintasan (kulit) terluar.
• Semi konduktor
Semi konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik (konduktor) tapi juga dapat menjadi bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (isolator).
• Isolator
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Isolator merupakan bahan yang atom–atomnya mempunyai lebih dari 4 elektron pada lintasan (kulit) terluar.

Baca juga: Macam-macam Adhesive dan Sealant

Proton dan elektron dalam atom mempunyai gaya potensial yaitu sebagai berikut.
1. Proton mempunyai muatan positif (+)
2. Elekton mempunyai muatan negative (-)
Inti (proton) menarik elektron dan mempertahankan dalam lintasannya dan pada saat muatan positif (proton) sebanding dengan muatan negatif (elektron), maka atom menjadi netral. Meskipun demikian, muatan atom dapat berubah dari netral menjadi bermuatan positif (+) jika elektron terluarnya ada yang terlepas atau negatif jika mendapat tambahan elektron dari atom lain pada kulit terluarnya.

Thanks for read my article: Dasar Listrik: Teori Elektron
Bagikan: