Cara Merawat Baterai Dengan Baik

Cara Merawat Baterai Dengan Baik - Sebagai komponen yang penting dalam kelistrikan, baterai menjadi barang yang sedikit rentan kerusakan bilamana tidak dirawat dengan baik. Maka dari itu di sini kita akan belajar bagaimana cara merawat baterai dengan baik dan benar.

Baca juga: Cara Melakukan Pengetesan Baterai

Battery
Battery
Salah satu faktor agar suatu battery dapat mencapai umur sesuai pabrik maka di dalam menggunakan battery perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:


Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam discharging 
• Periksa kabel - kabel penghubung. Jika rusak, ganti dengan yang baru. 
• Bersihkan terminal battery dan terminal kabel dengan sikat kawat dan bubuhkan sedikit gemuk/vaselin, kemudian kencangkan hubungan kabel - kabelnya. 
• Pemakaian arus battery untuk 6 volt tidak boleh lebih dari 2x kapasitasnya, sedangkan untuk 12 volt tidak boleh lebih dari 3x kapasitasnya, karena dapat memperpendek umur dari battery. 
• Pembebanan battery tidak boleh melebihi batas terminal voltage (final terminal voltage) yang diijinkan. Untuk tiap sel final terminal voltage-nya 1,75 volt. 
• Tutup battery terutama vent plug-nya tidak boleh tersumbat, karena bisa menyebabkan battery meledak. 
• Bila air battery kurang, harus ditambah dengan air suling.

Baca juga: Reaksi Kimia Pada Baterai

Hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat recharging 
• Sebelum recharging harus diperiksa jumlah elektrolit dalam battery. Bila kurang tambahkan air suling. 
• Jangan sekali-kali menambahkan larutan asam sulfat (H2SO4), karena akan mengakibatkan berat jenis elektrolit terlalu tinggi, yang akan mengurangi umur battery dan tidak memungkinkan untuk mengukur keadaan muatan listrik battery melalui berat jenis. 
• Kencangkan kabel - kabel penghubung, sebab bila kabel kendor akan terjadi loncatan bunga api. 
• Gas yang terjadi pada proses recharging harus segera dibebaskan (perhatikan vent plugnya atau buka tutup jika perlu). 
• Bila memakai battery charger, harus ada fan untuk membuang gas-gas yang terjadi dan harus dicegah supaya tidak terjadi bunga api yang bisa menyebabkan kebakaran. 
•  Arus pengisian dianjurkan sebagai berikut: 
− Untuk fast charging : 40 - 70 Ampere. 
− Untuk slow charging : kurang lebih 7 % dari AH - nya. 
− Saat pengisian, Temperatur elektrolit tidak boleh melebihi 55o C.

Hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat penyimpanan battery 
• Battery yang tidak dipakai harus disimpan ditempat yang kering, sejuk dan tidak kena sinar matahari langsung, karena bisa mempercepat reaksi kimia (self discharge).
• Battery yang diterima lebih dahulu sebaiknya didahulukan pemakaiannya.
• Pada waktu dikeluarkan dari kemasan, periksalah dengan teliti apakah ada kerusakan luar. Jika ada kerusakan perbaiki.
• Untuk battery tipe basah, perlu adanya pengisian secara periodik, yaitu minimal sebulan sekali. Untuk menjaga agar battery tetap full charge dan tidak cepat rusak. 
Bagikan: