Prosedur Memasang Floating Seal

Prosedur Memasang  Floating Seal | Final drive, track roller, dan sebagainya adalah komponen berputar yang selalu diliputi lumpur, tanah dan pasir. Sedangkan Floating Seal digunakan digunakan untuk mencegah kebocoran oli dan mencegah material asing masuk dan bercampur dengan oli. Floating seal terdiri dari dua O-ring dan dua ring metalik. O-ring tersebut dalam aplikasinya akan diperas sembari dipilin yang selanjutnya akan menekan seal ring metalik dalam arah aksial dan akan membangkitkan tekanan yang merata (3,5 – 6 kg/cm2) pada permukaan luncur (sliding surface) dari seal ring.

Baca juga: Fungsi Sistem Pelumasan / Lubrication

PERHATIAN !!!
• Kerusakan pada komponen biasanya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor dibanding satu sebab saja, tetapi banyak kerusakan yang hanya memiliki satu jenis penyebab biasa ; KESALAHAN ASSEMBLING.
• Floating seal harus selalu dipasang dengan pasangannya yang sesuai yaitu, ring yang keduanya baru atau dua ring yang telah berputar bersama-sama.
• Setiap assembling selalulah menggunakan O-ring (Toric ring) yang baru.

Di bawah ini adalah prosedur atau hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memasang floating seal, silakan disimak dengan cermat.

1. Jangan pernah menjatuhkan atau memukul seal ring dengan benda keras, karena seal terbuat dari cast iron dan sangat getas.
2. Untuk seal ring bekas pakai, ia dapat dipakai kembali bila memenuhi kriteria seperti (gambar 1) :
a, X > Y/2 (ketebalan bagian colarnya tidak kurang dari ½ tebal semula)
b. A > 0.5 mm (lebar dari bagian yang tidak mengkilap tidak kurang dari 0.5 mm ketika bagian yang mengkilap tersebut mencapai diameter dalam. 
Prosedur Memasang  Floating Seal (1)
Prosedur Memasang  Floating Seal (1)
3. Pastikan bahwa permukaan seal (seal surface) harus terbebas dari debu, scratch (baret), chiping (cuil) atau retak.
4. Pastikan permukaan yang kontak dengan O-ring terbebas dari oli.
5. Jangan memberikan oli atau grease pada O-ring! O-ring akan tergelincir dan gaya tekan yang sesuai tidak dapat dihasilkan, sehingga dapat menyebabkan kebocoran.
6. Saat pemasangan O-ring ke seal ring, pastikan O-ring tidak terpuntir dan duduk tertahan oleh retaining lip dari seal ring ramp. Gunakan lampu senter kecil sebagai pandauan untuk memeriksa O-ring tersebut terpuntir atau tidak selama assembling. Sinar lampu senter harus lurus dan seragam di sekeliling O-ring tersebut.
7. Saat memasang satu bagian seal ring assy ke housingnya, berikan tekanan secara tiba-tiba dan merata untuk mendorong O-ring masuk melalui retaining lip dari housingnya. Jika diperlukan sedikit adjustment (penyetelan), jangan gunakan tool yang ujungnya tajam sebagai penekan.
8. Periksa variasi ketinggian pemasanga nseal ring assy di empat tempat. Variasi ketinggian tidak boleh lebih dari 1 mm.
9. Berikan lapisan oli yang tipis pada masing-masing permukaan seal ring dengan menggunakan jari tangan ke seluruh permukaan seal ring. Pastikan tidak ada oli yang mengenai O-ring atau permukaan yang kontak dengan O-ring.

Itulah Prosedur Memasang Floating Seal dengan baik dan benar. Semoga bisa dipraktekan dengan lancar, semoga bermanfaat!

Bagikan: