Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter

Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter - Torque converter dipasang antara engine dan transmisi, berfungsi memindahkan tenaga engine ke transmisi. Dimana tenaga mekanis menjadi tenaga kinetis (oil flow), yang selanjutnya output shaft torque converter digerakkan oleh energi kinetis dari oil flow tersebut. Torque converter dapat memindahkan tenaga engine ke transmisi secara halus, tidak berisik dan tidak ada slip karena menggunakan oli sebagai media perantara. Sehingga tidak menimbulkan benturan-benturan yang keras pada roda gigi dan poros transmisi dan apabila unit mendapat benturan atau beban kejutan pada attachment-nya tidak akan diteruskan ke engine. Sebaliknya, vibrasi yang mungkin timbul pada setiap perubahan torque engine, akan diserap oil flow dalam torque converter.

Baca juga: Apa Itu Torque Converter ?

Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter
Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter

Ditinjau dari kebutuhan unitnya, torque converter memiliki keunggulan utama yang tidak diperoleh dari jenis-jenis komponen pemindah tenaga yang lain. Dimana torque output dapat berubah secara otomatis disesesuaikan dengan besar kecilnya beban unit, tanpa mengubah putaran dan torque engine. 

Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter (2)
Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter (2)
Pada umumnya torque converter mempunyai tiga bagian utama, yaitu pump (impeller), turbin (runner) dan stator (reactor). Pump dihubungkan dengan flywheel oleh drive case dan digerakkan langsung oleh engine, yang menghasilkan energi kinetis pada oli dalam torque converter. Turbin dipasang tetap pada out put shaft, dimana sudu turbin menerima energi kinetis (oil flow) dari pump yang kemudian mengubahnya menjadi energi mekanis. Stator dipasang pada shaft yang tetap pada case (housing). 

Konstruksi dan Prinsip Kerja Torque Converter
Bagikan: