Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat - Pengertian dasar tentang final drive telah saya suguhkan pada halaman sebelumnya. Dan kini kita akan melangkah lebih dalam, yaitu mengerti tentang klasifikasi final drive pada alat berat.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Final Drive

Berdasarkan sistem reduksi, final drive pada bulldozer dapat diklasifikasikan sebagai berikut dan contoh di bawah ini menggunakan kode alat berat bulldozer.
- Single reduction rotated final drive shaft (contoh: D31A-17) 
- Single reduction fixed drive shaft (contoh: D20S-1,2,3) 
- Double reduction (contoh: D75S-5, D80/85A-21, D150/155A-2) 
- Planetary gear type (rigid) (contoh: D375A-3,5, D475A-3,5) 
- Planetary gear type (semi rigid) (contoh: D275A-2) 

Single Reduction Rotated Drive Shaft

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah final drivedengan tipe single reduction rotated drive shaft yang menggunakan roda gigi lurus (spur gear). Tenaga penggerak berasal dari steering clutch yang disalurkan ke pinion shaft (3) melalui final drive flange (1). Dari pinion shaft (13), putaran diteruskan ke sprocket shaft (9) melalui gear (4) dan diteruskan ke sprocket (6) melalui sprocket boss (8). Dengan demikian sprocket shaft akan berputar untuk menggerakkan sprocket.

Single Reduction Fixed Drive Shaft

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat (2)
Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah final drive tipe single reduction fixed drive shaft yang digunakan pada bulldozer D20, 21 series. Putaran dari steering clutch akan diteruskan oleh hub (22) ke pinion (17). Pinion (17) akan berputar menggerakkan gear (19). Melalui hub (22), putaran dari gear (19) diteruskan ke sprocket (13). Dengan demikian sprocket shaft (23) selalu dalam kondisi diam (fixed).

Double Reduction 


Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat (4)
Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah final drive tipe double reduction yang digunakan pada bulldozer D80/85 series. Tenaga penggerak yang berasal dari steering clutch diteruskan melalui final drive flange (1) ke 1st pinion shaft (3). Dari 1st pinion shaft (3), putaran diteruskan ke 1st gear (4), 2ndpinion (5), dan 2nd gear (21). Dari 2nd gear (21), putaran diteruskan melalui final drive hub ke sprocket hub (16) dan sprocket (8).

Baca juga: Cara Engage dan Disengage Clutch

Planetary Gear Type (Rigid)

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat (4)
Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah final drive tipe planetary gear (rigid) yang digunakan pada bulldozer D375A-5. Tenaga penggerak yang berasal dari steering clutch diteruskan melalui 1st pinion (15). Melalui 1st gear (13), putaran dari 1st pinion (15) diteruskan ke sun gear (2). Putaran dari sun gear (2) diteruskan ke planet pinion (10), tetapi ring gear (11) dalam keadaan terkunci dengan cover (9), sehingga planetary pinion (10) berputar pada sumbunya dan juga berputar mengelilingin sun gear (2). Putaran dari carrier (3) selanjutnya diteruskan ke sprocket hub (4). Dimana arah putaran carrier (4) sama dengan arah putaran sun gear (2). Putaran dari sprocket hub (4) selanjutnya diteruskan ke sprocket teeth (7).

Planetary Gear Type (Semi Rigid)

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat (5)
Sistem reduksi pada final drive tipe planetary gear (semi rigid) terdiri atas satu stage roda gigi lurus (spur gear) dan satu set planetary gear. Sistem pelumasannya menggunakan sistem splash. Floating seal (19) pada komponen ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran dari luar ke dalam dan mencegah terjadinya kebocoran oli dari dalam ke luar.

Baca juga: Control Valve Pada Torqflow Transmission

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat (6)
Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah final drive tipe planetary gear (semi rigid) yang digunakan pada bulldozer D275A-2. Tenaga penggerak yang berasal dari steering clutch diteruskan melalui no.1 pinion (3). Melalui no.1 gear (5), putaran dari no.1 pinion (3) diteruskan ke sun gear (10). Putaran dari sun gear (10) diteruskan ke planet pinion (8), tetapi ring gear (7) dalam keadaan terkunci dengan cover (9), sehingga planetary pinion (8) berputar pada sumbunya dan juga berputar mengelilingin sun gear (10). 

Putaran dari carrier (18) selanjutnya diteruskan ke sprocket hub (17). Dimana arah putaran carrier (18) sama dengan arah putaran sun gear (10). Putaran dari sprocket hub (17) selanjutnya diteruskan berturut-turut ke inner body (15), rubber bushing (20), outer body (13), sprocket bos (12) dan sprocket teeth (11).

Klasifikasi Final Drive Pada Alat Berat
Bagikan: