Jenis-jenis Alat Angkat

Jenis-jenis Alat Angkat | Teknologi makin hari makin canggih, banyak alat yang diciptakan manusia untuk membantu pekerjaannya. Salah satu teknologi yang kini menjadi pendukung vital bagi perusahaan besar di dunia adalah Alat Angkat. Jenis-jenis alat angkat yang biasa digunakan adalah seperti Forklift, Mobile Crane dan Overhead Crane. Dan berikut di bawah ini adalah tips kerja untuk keselamatan anda ketika menggunakan alat angkat seperti forklift, mobile crane dan overhead crane.

Tips Keselamatan Kerja Menggunakan Alat Angkat

Forklift
Forklift
1) Forklift 
a) Dilarang mengoperasikan forklift selain operator atau orang yang telah memiliki Surat Ijin.
b) Periksa kondisi forklift sebelum, ketika dan sesudah digunakan.
c) Jangan meninggalkan forklift, dalam keadaan engine running.
d) Jangan mengangkut orang berdiri diantara fork yang terangkat.
3) Jangan mengangkat muatan tinggi-tinggi.
f) Perhatikan counterweight saat membelok.
g) Jangan mengeluarkan anggota badan saat jalan.
h) Perhatikan ukuran dan berat barang yang diangkat.

Mobile Crane
Mobile Crane
2) Mobil Crane 
a) Dilarang mengoperasikan mobil crane selain operator/pemilik surat ijin.
b) Operator wajib di bantu oleh satu orang pembantu yang tahu tata cara memberi aba-aba.
c) Yakinkan beroprasi pada tanah atau pondasi yang kuat, gunakan papan atau balok-balok untuk menahan jack dari kemungkinan meleset atau amblas.
d) Pastikan daerah ayunan mobile crane (360 derajat) dalam kondisi aman dan tidak ada orang/barang yang ada di area tsb.
e) Saat mengoperasikan crane jangan mengangkat muatan melebihi kapasitas crane, perhatikan standard yang tertera pada alat tersebut.
f) Pasanglah sling atau rantai betul-betul di tengah hook dan jaga keseimbangan beban untuk masing-masing sling/rantai saat akan mengangkat barang.
g) Jangan melambungkan boom dengan muatan di atas pekerja atau peralatan lain.
h) Orang lain/pembantu operator crane di larang berada di atas lantai bak mobile crane sewaktu pemuatan/pembongkaran ataupun perjalanan menuju lokasi kerja.
i) Jaga posisi tangan dari kemungkinan-kemungkinan terjepitnya tangan sling-sling pengikat.
j) Hentikan proses pengangkatan barang dan segara turunkan barang saat mobile crane mulai bergeser atau mulai amblas.

Overhead Crane
Overhead Crane
3) Overhead Crane
a) Jangan membiarkan orang yang tidak berwenang/bertanggung jawab mengoperasikan crane.
b) Jangan pernah berada tepat di bawah beban atau load block ketika sedang mengoperasikan crane/hoist.
c) Jangan mengangkat beban melebihi kapasitas yang sudah ditentukan.
Catatan : Beban lebih juga dapat disebabkan oleh penekanan berulang-ulang terhadap push button (inching) dan tarik miring.
d) Jangan membawa orang/personil pada hook atau beban.
e) Jangan lengah/mengalihkan perhatian pada saat beban masih tergantung.
f) Jangan mengoperasikan crane/hoist secara inching (start/stop dalam tempo waktu yang pendek)
Catatan : Setiap kali hoist start akan memerlukan arus yang lebih besar dibandingkan ketika hoist sedang beroperasi, hal ini akan menyebabkan motor overheat (panas berlebih) sehingga akan dapat menyebabkan kerusakan pada motor, seperti motor terbakar.
g) Jangan mengoperasikan crane/hoist untuk tarik miring atau menarik beban.
h) Jangan membiarkan chain/rope terlilit ketika akan mengangkat beban.
i) Pastikan rope/chain tidak twist ketika akan mengangkat beban.
j) Jangan meletakan titik berat beban pada ujung hook dari load block.
k) Gunakan slow speed ketika beban akan terangkat dari lantai atau stop sesaat ketika rantai/rope sudah dalam kondisi tegang.
l) Gunakan slow speed ketika beban hampir mendekati batas atas (upper limit).
m) Saat harus mengangkat beban yang cukup berat dengan menggunakan dua crane/hoist, letakkanlah beban secara berimbang.
n) Berikanlah perawatan secara berkala terhadap crane/hoist.
o) Berilah pelumasan secara berkala untuk chain/rope.
p) Senantiasa melakukan visual cek terhadap seluruh fasilitas yang ada pada crane/hoist, terutama terhadap hal-hal yang sifatnya darurat (misalnya Emergency Stop button).

Bagikan: