Penjelasan Piston

Penjelasan Piston - Gearz Area . Piston adalah komponen yang langsung berhubungan dengan gas pembakar dan menerima beban berat yang disebabkan tekanan pembakaran. Piston bergerak berulang-ulang dengan kecepatan tinggi sehingga menderita beban gesek yang besar. Dengan kenyataan seperti itu maka tentu saja piston memiliki syarat khusus agar layak untuk digunakan, seperti berikut ini.

− Kuat. 
− Tahan terhadap panas. 
− Memiliki berat yang sedang (tidak menghasilkan inertia yang besar pada kecepatan tinggi). 
− Memiliki pemuaian yang kecil dari akibat panas. 
− Memiliki kestabilan yang tinggi (faktor kelelahan material besar) tidak mudah aus. 

Piston
Piston
•  Material Piston 
Material piston dibuat dari allumunium alloy terdiri dari silikon (Si), nickel (Ni), copper (Cu). Pada umumnya material piston terdiri dari nickel allumunium alloy called Lo-ex, dengan spesifik gravity rendah (diatas 27), tahan panas dan dapat menyalurkan panas dengan cepat. Penyerapan panas dari allumunium alloy tiga kali lebih tinggi dibanding cast iron. 

•  Bentuk Luar dari Piston 
Bentuk permukaan kepala piston dirancang untukmemperbaiki percampuran udara dengan bahan bakar. Pemilihan bentuk permukaan piston top tergantung dari tipe pembakaran, jenis nozzle, sudut penyemprotan bahan bakar dan sistem lainnya, seperti pembahasan Combustion Chamber Berdasarkan Bentuk. Di bawah ini adalah contoh gambar bentuk luar piston.

Bentuk Luar Piston
Bentuk Luar Piston
Piston dihubungkan dengan connecting rod melalui pin piston untuk mentransfer tenaga. Ketebalan sisi dalam piston ditambah untuk menambah kekuatan pada sisi samping sebagai tempat kedudukan pin piston. Cross section dari piston dibuat dalam bentuk elliptical. Arah pin piston diameternya lebih kecil dibanding dengan diameter yang tegak lurus dengan pin piston dengan tujuan pada saat kenaikan temperatur piston ( 300º - 350 ºC pada top piston dan lebih kurang 150 ºC pada bagian tengah piston ), cross section yang berbentuk elliptical akan tercapai menjadi bulat (berdiameter sama). Kepala piston yang kepalanya lebih kecil akan menjadi sama besar akibat pemuaian dan perbedaan temperatur antara atas dan bawah piston. Oleh sebab itu bila mengukur diameter piston, arah dan posisinya disesuaikan dengan spesifikasi pada maintenance standard. 

•  Radiasi Panas pada Piston 
Jika piston mengalami overheat (panas berlebihan) akan mengakibatkan pemuaian yang berlebihan pada piston, terjadi carbonization oil pelumas, melekatnya permukaan yang bergesekan, keretakan atau terbakar pada kepala piston. Panas yang diterima piston harus secepatnya dilepaskan. Bentuk piston dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan kemudahan penyebaran panas. Bentuk dari cross section piston disebut thermal flow type yang dirancang sebagai penghantar panas dan pelumasan. 
Bagikan: